Adi doh begitu panggilan akrabnya sehari-hari di Desa Blang Teumulek tempat Adidoh berdomisili sekarang, dengan berbagai kegagala...
Adi doh begitu panggilan akrabnya sehari-hari di Desa Blang Teumulek tempat Adidoh berdomisili sekarang, dengan berbagai kegagalan yang menerpa, tak menurunkan tekad untuk bangkit lagi.
Berawal dari sebuah pilihan untuk membuka peluang kerja baru, terpupuklah kegigihan dari serpihan-serpihan kegagalan sebelumnya. Adidoh (34), seorang pria muda warga Desa Blang Teumulek Kecamatan Simpang Mamplam yang memilih terus maju dalam berusaha meskipun sederetan kegagalan menyerang, tapi dirinya tetap berjalan mewujudkan mimpinya.
Bukan karena gelimang materi. Namun, Adidoh mampu menunjukkan tentang potret kegigihan akan sebuah pilihan. Pilihan untuk terus maju dan berusaha meskipun sederetan kegagalan menerpa, menurut Adidoh itu Sebuah pembelajaran yang mampu menyentil semangat untuk bangkit dari sebuah kegagalan.
Bukan karena gelimang materi. Namun, Adidoh mampu menunjukkan tentang potret kegigihan akan sebuah pilihan. Pilihan untuk terus maju dan berusaha meskipun sederetan kegagalan menerpa, menurut Adidoh itu Sebuah pembelajaran yang mampu menyentil semangat untuk bangkit dari sebuah kegagalan.
"Don't be downhearted if you fail in the exam" artinya Jangan berkecil hati jika kamu gagal dalam ujian", kata Adidoh.
Awal Tahun 2016, bisa dibilang menjadi titik awal bagi diri Adidoh memulai keinginan menjadi 'mandiri' dengan menjalankan sebuah usaha rumahan yaitu memproduksi Air Tebu atau dengan istilah kerennya Air Tebu Dalam Kemasan (ATDK) untuk di jual ke sekolah-sekolah terdekat, hampir setahun usahanya berjalan semakin hari peminat semakin kurang sehingga berefek ke biaya produksi dan biaya operasional.
Untuk memperoleh bahan baku yaitu batang tebu hanya bisa didapat di kawasan Aceh tengah, sehingga biaya transport dengan barang tidak berimbang dan lama-kelamaan kondisi tersebut berimbas ke biaya Operasional, kebetulan saat itu kebijakan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM dan Listrik sangat mempengaruhi segala harga barang. Nah, dalam waktu yang hampir bersamaan juga Adidoh terkendala dengan berbagai hal, dari Kredit Modal Usaha sampai Kredit asmaranya.
"Sambil menyelam minum air" mungkin itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan usahanya adidoh kala itu, ternyata...
Gagal dengan tanggungan utang, tak menghentikan langkah adidoh untuk terus maju menjalankan usaha barunya. Ia terus memutar pikirannya dan belajar dari kegagalan yang sebelumnya dia alami. Rasa penasaran menuntun adidoh terus mencari jalan untuk kembali mencoba membuka usaha baru.
"gagal atau berhasil itu hal lumrah", kata adidoh.
Berangkat dari kekecewaan tersebut, pria 34 tahun tersebut akhirnya memutuskan untuk berangkat keluar daerah mencari pekerjaan baru untuk mengumpulkan modal buat usaha baru.
Akhir 2016, seolah menjadi titik pembaharuan bagi adidoh dari beberapa bulan sebelumnya yang menyandang status Fail in job and Fail in love, adidoh kembali berpikir untuk menjalankan usaha barunya. Kali ini, bidang yang dipilihnya berbeda dari usaha sebelumnya.
Budidaya Bebek Pedaging menjadi pilihan usaha Adidoh selanjutnya. Ide tersebut muncul ketika dirinya pulang dari Medan tempat Adidoh adu nasib setelah gagal dari usaha sebelumnya, dengan modal terbatas Adidoh mulai merangkak kembali untuk memulai usaha tersebut.
"Sedikit banyaknya saya sudah ngerti cara-cara perawatannya, karena sebelum ini saya juga sudah pernah mencobanya walaupun tidak sebanyak sekarang ini, sekitar 300 ekorlah, kalau dulu pening sedikit masih bisa di tahan, tapi kalau sekarang peningnya terasa sangat pak, 300 ekor saja pening, apalagi 2000 ekor..,,! uaaawalaaah , dengan baunya aja bisa hoyong, apa lagi mikir beli pakannya," Sebut Adidoh sambil geleng-geleng kepala dan sedikit tersenyum.
Terkait dengan usaha yang tengah Adidoh geluti ini, Adidoh sangat mengharapkan bantuan Modal Usaha, dengan kondisi usahanya sekarang yang sudah berjalan hampir 2(dua) bulan dan tingkat kebutuhan pakan otomatis makin bertambah dan satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu Polusi Udara dari kotoran bebek makin lama baunya tambah menyengat, sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan masyarakat lainnya. untuk memindahkan lokasi ke tempat lain tentu membutuhkan biaya.
Saat ini Adidoh sangat membutuhkan uluran tangan seseorang yang mau membatu penambahan modal usahanya yang sebentar lagi hampir mencapai sukses. Penambahan modal untuk saat ini diperuntunkan terutama untuk membeli pakan dan membuat kandang baru yang lebih luas dan rencananya akan dipindahkan ke lokasi baru yang agak jauh dari lingkungan perumahan warga Desa, Pemindahan ini dikarenakan untuk menghindar terjadinya polimik dikemudian hari dengan warga setempat dari efek pencemaran udara akibat bau tidak sedap kotoran bebek yang semakin hari terus bertambah.
"Saya sangat mendukung usaha yang Adidoh geluti saat ini, nanti kalau dana desa sudah cair ke rekening Desa pasti kita akan dukung juga, apalagi Tahun ini dana desa di prioritaskan untuk Pemberdayaan Masyarakat Gampong," Sebut Keuchik Desa Blang Teumulek.
Adidoh adalah salah satu sosok yang menunjukkan pentingnya arti sebuah kegigihan. Kegagalan bukanlah akhir segalanya. Justru, kegagalan menjadi sebuah pembelajaran berharga, sekaligus menjadi pemacu semangat untuk terus bangkit. Hingga akhirnya kegagalan tersebut akan takluk pada kegigihan.
"Bagaimana dengan anda sendiri...?" , tanya Adidoh.
COMMENTS