Hari itu, seseorang bertanya. Bagaiman jika hidup ini adalah mimpi? Ya, hidup yang sedang kita ajalani ini adalah sebuah mimpi ya...
Hari itu, seseorang bertanya.
Bagaiman jika hidup ini adalah mimpi?
Bagaiman jika hidup ini adalah mimpi?
Ya, hidup yang sedang kita ajalani ini adalah sebuah mimpi yang terasa begituuuu panjang, begituu nyata, tapi hanyalah sebuah mimpi,… Hanyalah mimpi.
Bagaimana, jika kebahagiaan dan segala suka yang kita rasakan di dunia ini hanyalah mimpi. Segala impian yang akhirnya diijabah jugalah mimpi.
Senyum, tawa, canda, semua adalah mimpi.
Mimpi di pagi hari, mimpi di siang hari, mimpi disore hari, mimpi di malam hari.
Mimpi di pagi hari, mimpi di siang hari, mimpi disore hari, mimpi di malam hari.
Semua,.. hanyalah mimpi. Sesuatu yang fana, hanya ada di dunia khayal kita.
Dan orang yang sama menjawab.
Hidup ini, memang hanyalah sebuah mimpi.
Semua yang kita jalani di dunia ini hanyalah mimpi. Tak nyata.
Pun semua kesedihan, airmata, luka dan perih hanyalah mimpi.
Hidup ini adalah sebuah mimpi. Lantas kenapa khawatir begitu banyak?
Baca juga : Kehidupan ini hanya sekedar Mimpikah...?
Hidup ini, memang hanyalah sebuah mimpi.
Semua yang kita jalani di dunia ini hanyalah mimpi. Tak nyata.
Pun semua kesedihan, airmata, luka dan perih hanyalah mimpi.
Hidup ini adalah sebuah mimpi. Lantas kenapa khawatir begitu banyak?
Baca juga : Kehidupan ini hanya sekedar Mimpikah...?
Karena bedanya, mimpi di dunia yang kita lewati ini adalah mimpi yang sudah termasuk kedalam kategori lucid dream.
Mimpi yang bisa kita atur sendiri. Bagaimana seterusnya, bagaimana selanjutnya.
Mimpi yang bisa kita atur sendiri. Bagaimana seterusnya, bagaimana selanjutnya.
Bedanya lagi, tak semua yang kita atur akan menjadi benar.
Karena bahkan, di alam mimpi ini, kita masih ber-Tuhan.
Lantas untuk apa meninggi, mati-matian mengejar dunia sementara waktu berputar dan akan berhenti. Titik!
Karena bahkan, di alam mimpi ini, kita masih ber-Tuhan.
Lantas untuk apa meninggi, mati-matian mengejar dunia sementara waktu berputar dan akan berhenti. Titik!
Pada titiik mana kita akan dijemput? Titik hina dimata Tuhan, atau sukses meraih maaf-Nya?!
COMMENTS